Suhartini Kadin Gresik Hadiri Halal Bihalal Pawargo, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Reog Ponorogo

GRESIK, siliwangipost1.com – Suhartini selaku anggota Kadin Gresik menghadiri acara Halal Bihalal Keluarga Besar PAWARGO Gresik 1447 H yang digelar meriah di kawasan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Minggu (26/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus menjaga kelestarian budaya Ponorogo di tanah perantauan.

Mengusung tema “Senadyan Beda Nyawiji Ing Rasa”, acara tersebut dihadiri warga Ponorogo yang berada di Kabupaten Gresik maupun tamu undangan dari berbagai daerah. Nuansa kebersamaan begitu terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.

Ketua Pawargo Gresik, Wasis, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga sarana menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Sebagai paguyuban warga Ponorogo di Kabupaten Gresik, kami ingin terus menjalin persatuan seluruh anggota dengan cara melestarikan budaya. Warisan budaya wajib kita uri-uri bersama,” ujarnya.

Sementara itu, H. Sumadi menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antarpaguyuban Pawargo dari berbagai daerah.

“Kami mengundang Pawargo dari Malang Kota, Tuban, dan Lamongan untuk bersama-sama mempererat hubungan kekeluargaan dalam suasana halal bihalal,” katanya.

Berbagai pertunjukan seni khas Ponorogo turut memeriahkan acara. Sugeng menjelaskan ragam kesenian yang ditampilkan, di antaranya Reog Ponorogo (Seni Utama), Reog Obyog, Reog Festival, Tari Jathilan, Tari Warok, serta Topeng Singa Barong atau Dhadhak Merak.

Kehadiran Suhartini mendapat apresiasi dari peserta acara. Sebagai warga asli Ponorogo yang kini aktif di Gresik, ia menilai Pawargo memiliki peran besar dalam menjaga persaudaraan dan memperkenalkan budaya Reog kepada generasi muda.

“Budaya Pawargo adalah bentuk nyata pelestarian seni Reog Ponorogo di perantauan. Selain menjaga kekompakan, ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya leluhur kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Acara berlangsung penuh kehangatan, semangat gotong royong, dan kebanggaan terhadap budaya daerah yang terus hidup meski jauh dari kampung halaman.

SL/Redaksi