KUA Kebomas Gresik Ajak Umat Berlomba dalam Kebaikan di Bulan Muharram, Santunan Yatim dan Difabel Jadi Momentum Berbagi

‎GRESIK, siliwangipost1.com  – Semangat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) menjadi pesan utama yang disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebomas, H. Kholili, S.Ag., M.Pd.I, pada peringatan Tahun Baru Islam 10 Muharram 1448 Hijriah. Menurutnya,

‎Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, begitu pula perbuatan maksiat akan berlipat dosanya.

Hal itu disampaikan H. Kholili, S.Ag., M.Pd.I, ditemui di Kantor KUA Kecamatan Kebomas, Jalan Sunan Giri No. 37B, Kelurahan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jumat (26/6/2026).

“Sebagai umat Islam, mari menjadikan bulan Muharram sebagai momentum fastabiqul khairat, berlomba-lomba melakukan kebaikan.

‎Dalam tafsir dijelaskan bahwa siapa pun yang melaksanakan ketaatan pada bulan ini akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT. Sebaliknya, kemaksiatan juga mendapat balasan dosa yang berlipat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kepedulian sosial pada Muharram tidak hanya ditujukan kepada anak yatim, tetapi juga kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, Kementerian Agama mengusung program “Lebaran Yatim dan Difabel” sebagai bentuk kepedulian kepada kelompok rentan.

“Yang membutuhkan sentuhan bukan hanya anak yatim. Difabel juga memerlukan perhatian, baik secara fisik maupun nonfisik. Melalui Lebaran Yatim dan Difabel, kita ingin menghadirkan kebahagiaan bagi mereka dan memperlakukan mereka dengan penuh penghormatan,” ujarnya.

‎Program tersebut, lanjutnya, telah diluncurkan secara nasional dan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir Juni.

‎Di tingkat Kecamatan Kebomas, kegiatan melibatkan madrasah serta berbagai elemen masyarakat dengan dukungan dari lembaga zakat dan para donatur.

H. Kholili mengakui bahwa bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan dana dari para donatur. Namun, semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus dipupuk.

“Semua ini berasal dari kepedulian para donatur dan lembaga zakat. Mumpung masih di bulan Muharram, mari kita berlomba dalam kebaikan. Siapa pun bisa berkontribusi sesuai kapasitasnya. Yang terpenting adalah niat untuk berbagi,” katanya.

Ia berharap kegiatan sosial seperti santunan yatim dan difabel terus berkembang setiap tahun dengan dukungan seluruh unsur masyarakat.

<span;>‎Menurutnya, sinergi yang terjalin selama ini sudah berjalan baik dan perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas.

‎”Alhamdulillah, dukungan dari semua pihak sangat luar biasa. Koordinasi berjalan dengan baik sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan lancar. Harapan kami, program ini terus berlanjut dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis ; HDK / Redaksi