Bupati Gus Yani dan Wamen Viva Yoga Lepas Ekspor Rajungan ke AS, Gresik Didorong Jadi Pusat Hilirisasi Kawasan Transmigrasi

GRESIK, siliwangipost1.com – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Kementerian Transmigrasi RI terus memperkuat hilirisasi komoditas unggulan nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan ekspor satu kontainer rajungan menuju Amerika Serikat di CV Kudatama Mas, Kawasan Industri Gresik (KIG), Senin (29/

Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Viva Yoga Mauladi. Momentum ini menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam membangun rantai nilai produk unggulan kawasan transmigrasi yang berorientasi ekspor.

Ekspor rajungan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Gresik, Aruna Indonesia, dan CV Kudatama Mas. Bahan baku diperoleh dari kawasan transmigrasi di Sorong (Papua), Maluku, Maluku Utara, Kabupaten Pasangkayu (Sulawesi Barat), serta wilayah pesisir Gresik dan Lamongan, sebelum diolah di Gresik untuk memenuhi standar pasar internasional.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengatakan, posisi strategis Gresik sebagai kawasan industri menjadi penghubung penting antara potensi sumber daya daerah dengan pasar ekspor global.

“Di tengah tantangan ekonomi global, kita patut bersyukur karena produk unggulan daerah, termasuk dari kawasan transmigrasi, mampu menembus pasar dunia. Hari ini kita melepas satu kontainer. Mudah-mudahan ke depan meningkat menjadi lima kontainer atau bahkan lebih,” ujar Gus Yani.

Menurutnya, keberhasilan ekspor rajungan ditopang oleh melimpahnya pasokan bahan baku dari kawasan pesisir dan transmigrasi, serta kualitas tenaga kerja yang menjadi kekuatan utama industri pengolahan rajungan.

“Nilai utama industri ini bukan teknologi yang tinggi, melainkan keterampilan tenaga kerjanya. Karena itu kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Gresik membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha melalui pendidikan dan pelatihan vokasi bersertifikat guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Kami siap memfasilitasi pelatihan bersertifikat sesuai kebutuhan industri sehingga peningkatan kapasitas SDM menjadi investasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yani juga menyampaikan bahwa keberhasilan hilirisasi rajungan diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan komoditas unggulan lain dari kawasan transmigrasi.

“Ke depan bukan hanya rajungan. Kakao, kopra, maupun komoditas lainnya dari kawasan transmigrasi sangat berpeluang diolah di Gresik sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa kawasan transmigrasi kini tidak hanya menjadi sentra produksi pangan, tetapi juga berkembang sebagai penghasil komoditas perikanan berkualitas ekspor.

“Rajungan menjadi salah satu produk unggulan kawasan transmigrasi. Melalui kemitraan dengan Aruna, hasil tangkapan nelayan dapat masuk ke pasar ekspor dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Viva Yoga.

Ia menambahkan, penguatan hilirisasi menjadi arah baru pembangunan kawasan transmigrasi agar tidak hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Pelepasan ekspor rajungan ini sekaligus mempertegas posisi Gresik sebagai salah satu pusat industri pengolahan hasil perikanan nasional sekaligus simpul hilirisasi produk unggulan dari berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.

Penulis ; HDK / Redaksi