GRESIK, siliwangipost1.com – Sinergi antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Komisi VII DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Gresik terus diperkuat untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Jalan Pahlawan No. 58, Desa Tlogobendung, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Senin (27/7/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara melalui Penguatan Usaha Lokal dalam Mempromosikan Destinasi Pariwisata, yang diikuti pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pengelola destinasi wisata, serta berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, panitia penyelenggara menegaskan bahwa promosi pariwisata tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Keberhasilan pengembangan destinasi membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci menciptakan promosi pariwisata yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat citra merek, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM di tengah berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif,” ujar panitia.
Kepala Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata RI, Supriyadi, M.M., menjelaskan bahwa Deputi Bidang Pemasaran memiliki dua tugas utama, yakni mempromosikan sekaligus menjual destinasi wisata Indonesia kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Ia menyampaikan, target pergerakan wisatawan nusantara pada 2026 mencapai 1,176 miliar perjalanan. Hingga Mei 2026, realisasi telah mencapai sekitar 523 juta perjalanan atau 44,5 persen dari target.
Menurutnya, peningkatan jumlah kunjungan wisata harus diimbangi dengan peningkatan kualitas produk wisata agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pariwisata bukan hanya mengejar angka kunjungan, tetapi bagaimana UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat sekitar destinasi memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. Kita harus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam,” tegas Supriyadi.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kabupaten Gresik, Dra. Anis Nurul Aini, M.M., menekankan bahwa pengembangan sektor pariwisata memerlukan kolaborasi seluruh pihak.
Menurutnya, wisata religi Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim telah lama menjadi ikon yang terus menarik wisatawan. Namun, Gresik juga memiliki potensi besar di sektor wisata bahari, wisata alam, wisata edukasi, hingga wisata budaya yang perlu dipromosikan secara lebih masif.
“Di era digital, promosi pariwisata bukan hanya tugas pemerintah. Satu unggahan foto atau video dari masyarakat di media sosial dapat menjadi promosi yang sangat efektif. Ketika pariwisata berkembang, maka UMKM, ekonomi kreatif, dan budaya lokal juga ikut tumbuh,” katanya.
Anis juga mengingatkan bahwa Gresik memiliki sejumlah Warisan Budaya Takbenda yang menjadi modal penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata.
Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., menegaskan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Mengacu pada data Kementerian Pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan pertama 2026 meningkat hampir 9 persen. Devisa sektor pariwisata periode Januari–Mei 2026 mencapai sekitar Rp68,28 triliun, dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menembus sekitar 6 juta kunjungan.
“Pertumbuhan ini tidak boleh berhenti sebagai statistik. Manfaatnya harus mengalir sampai ke desa, ke warung-warung, ke gerai UMKM, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Nila.
Ia menilai Gresik memiliki modal besar melalui wisata religi yang telah dikenal selama ratusan tahun. Namun, agar sektor pariwisata semakin kompetitif, pelaku UMKM harus terus naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, legalitas usaha, standar mutu, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam promosi.
“Pembangunan pariwisata tidak cukup hanya membangun destinasi. UMKM sebagai sektor penunjang juga harus berkembang agar ekosistem pariwisata berjalan secara berkelanjutan,” tandasnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan sektor pariwisata Kabupaten Gresik sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan
Penulis ; HDK
Editor. ; Redaksi






