BANDUNG – Reuni akbar alumni basket SMA se-Bandung Raya melalui NGABANDUNGAN FEST 2026: Basketball Friendly Competition di GOR Pajajaran Kota Bandung menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mendorong pergerakan ekonomi kreatif dan UMKM.
Kegiatan yang berlangsung 22–25 Agustus 2026 tersebut digagas Ikatan Alumni SMA se-Bandung Raya (IKABA). Sebanyak 40 tim putra dan putri dari berbagai angkatan, mulai era 1980-an, 1990-an hingga generasi milenial, turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Kategori yang dipertandingkan meliputi 90’s Putra, Millenial Putra, dan 40+ Putri. Tidak hanya pertandingan basket, kegiatan juga dimeriahkan bazar yang melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM serta pertunjukan musik dari sejumlah musisi alumni.

Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Cimahi sekaligus Ketua IKABA se-Bandung Raya dan Ketua Pelaksana Kegiatan, Dennis Depriadie, mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata mengejar prestasi olahraga. Basket, menurutnya, menjadi media untuk mempertemukan kembali para alumni dari berbagai generasi.
“Juara itu nomor sekian. Yang penting kita bisa berkumpul, ada musik, ada basket, ada UMKM. Dari situ semua aspek terbentuk dan ekonomi berjalan,” ujar Dennis.
Menurutnya, perpaduan olahraga, seni dan UMKM memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil di sekitar kawasan Pajajaran.

“Secara ekonomi ini berdampak. Ada perputaran di situ. Makanya event seperti ini penting, tidak hanya di Bandung tetapi juga di kota-kota lain,” katanya.
Dennis juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap kegiatan yang digagas komunitas. Ia berharap Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kota Cimahi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan perhatian lebih terhadap berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah tidak selalu harus dalam bentuk bantuan anggaran. Kehadiran kepala daerah atau perwakilan pemerintah untuk membuka dan memberikan dukungan terhadap kegiatan komunitas juga dinilai memiliki arti penting.
“Kami tidak meminta dana besar. Minimal undangan kami direspons. Kalau memang tidak ada budget, datanglah untuk membuka acara. Itu bentuk penghargaan kepada komunitas,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah tidak hanya hadir ketika membutuhkan dukungan komunitas, tetapi juga memberikan apresiasi ketika masyarakat secara mandiri menggelar kegiatan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
“Ketika komunitas bergerak, pemerintah juga harus hadir. Itu bentuk respect terhadap potensi yang ada di Kota Bandung,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dennis juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan NGABANDUNGAN FEST 2026, di antaranya Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Suharyanto dan Danlanud Husein Sastranegara Marsma TNI Irman, serta pihak Lanud dan para sponsor.
“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Letjen Suharyanto, Bapak Marsma Irman, pihak Lanud, serta semua sponsor seperti JNE, Citilink, B Radio, PRFM dan pihak lainnya yang telah mendukung kegiatan ini,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi antara alumni, komunitas, pemerintah, dunia usaha dan pelaku UMKM dapat terus dikembangkan. Menurutnya, kegiatan berbasis komunitas dapat menjadi ruang positif untuk memperkuat persatuan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Harapannya ke depan pemerintah bisa lebih terbuka. Mari kita manfaatkan olahraga, seni dan ekonomi kreatif sebagai ruang untuk mempersatukan semua elemen,” pungkas Dennis.
Editor : Mulyani






