Wabup Gresik Serahkan Penghargaan kepada 30 Insan Pariwisata dan Budaya, Bawean Disebut Punya Spot Selam Terbaik Setelah Raja Ampat

Gresik, siliwangipost1.com – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyerahkan penghargaan kepada 30 insan pariwisata dan budayawan dalam ajang Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita yang digelar di Gedung Nasional Indonesia, Jumat (13/3/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Gresik kepada para pegiat yang selama ini berperan aktif dalam memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah. Sebanyak 30 penerima penghargaan berasal dari berbagai kategori, mulai dari desa wisata, kampung wisata, tokoh penggerak pariwisata, budayawan, jurnalis, hingga pelaku promosi wisata dan budaya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gresik ini juga dihadiri oleh Melati Tedja, pemegang gelar Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024, serta sejumlah tokoh pers.
Dalam sambutan tertulis Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang dibacakan Wabup Alif, disampaikan bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Ini adalah wujud apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada insan pariwisata dan budayawan yang telah berkomitmen menjaga serta mengembangkan kearifan lokal,” ujar Al.

Pada kesempatan tersebut, Alif juga menyoroti potensi wisata bahari di Pulau Bawean. Ia menyebut, berdasarkan testimoni sejumlah penyelam internasional, titik selam di Bawean memiliki kualitas yang sangat baik dan bahkan disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia setelah Raja Ampat.

Selain panorama bawah laut, kawasan mangrove dan kekayaan alam Bawean juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Pemerintah berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh publik, untuk terus mempromosikan potensi tersebut.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gresik juga menegaskan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur daerah. Menurut Alif, pada periode 2026 hingga 2028, fokus utama pemerintah adalah mempercepat perbaikan jalan, khususnya jalan poros desa dan jalan kabupaten.

“Konsentrasi kami di tahun 2026, 2027, dan 2028 adalah perbaikan jalan. Kami ingin masalah infrastruktur ini tuntas,” tegasnya.

Ia menambahkan, infrastruktur jalan yang baik akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta kelancaran mobilitas masyarakat di Kabupaten Gresik. Pemerintah berharap upaya tersebut dapat memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

SL/Redaksi