Bangun Gresik dari Desa, Wabup Alif Tegaskan Sinkronisasi Program Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan

GRESIK, siliwangipost1.com – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat pembangunan berbasis desa sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Melalui kegiatan Klinik Desaku: Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Lantai 4 Kantor Bupati Gresik, Kamis (25/6/2026),

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan dari tingkat desa hingga kabupate

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik tersebut diikuti para sekretaris desa, perangkat kecamatan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Dalam arahannya,

Wabup Alif menekankan bahwa desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan karena menjadi pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Pemerintahan desa bukan pemerintahan yang paling bawah, tetapi yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu desa menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan,” tegasnya.

Menurut Wabup Alif, Kabupaten Gresik memiliki 330 desa di 18 kecamatan dan 26 kelurahan dengan sekitar 88 persen dari total 1,3 juta penduduk tinggal di wilayah pedesaan. Kondisi tersebut menjadikan desa sebagai penentu utama arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, paradigma pembangunan saat ini menempatkan desa bukan sekadar objek yang menerima program, melainkan subjek pembangunan yang aktif menggali potensi wilayah, meningkatkan perekonomian lokal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, sinkronisasi dokumen perencanaan menjadi kebutuhan mutlak. Mulai dari RPJMD Kabupaten, RKPD, Renstra Kecamatan, RPJM Desa, RKP Desa hingga APBDes harus saling terhubung agar menghasilkan pembangunan yang terintegrasi dan tepat sasaran.
Namun demikian,

Wabup Alif mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam harmonisasi pembangunan, seperti tumpang tindih program, ketidaksinkronan data antarinstansi, perbedaan prioritas pembangunan, hingga efektivitas penggunaan anggaran yang perlu terus diperbaiki.

Karena itu, ia menyoroti pentingnya penguatan tata kelola data desa sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Data kemiskinan, data stunting, data infrastruktur desa, semuanya harus dipastikan akurat. Dari data yang akurat akan lahir kebijakan yang tepat dan penggunaan anggaran yang efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, pembangunan desa juga diarahkan untuk mendukung visi Nawakarsa Gresik Baru, mulai dari peningkatan tata kelola pemerintahan, pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur dasar, ketahanan pangan, peningkatan investasi, penguatan sumber daya manusia, layanan kesehatan, hingga pengembangan nilai-nilai keagamaan, budaya dan pariwisata.

Wabup Alif juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas.

“Pembangunan desa tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar pembangunan yang kita lakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas PMD Kabupaten Gresik, Riyan Pramana Swanda menyampaikan bahwa kegiatan Klinik Desaku menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur desa di tengah perubahan regulasi yang terus berkembang.

Menurutnya, terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa beserta regulasi turunannya menuntut pemerintah desa semakin adaptif dalam menjalankan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Sekretaris desa yang hadir hari ini adalah motor utama penggerak yang ada di desa. Karena itu peningkatan kapasitas dan pemahaman regulasi menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Riyan juga menegaskan komitmen Pemkab Gresik dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa melalui berbagai kebijakan, termasuk pengalokasian dana desa dan bagi hasil pajak daerah yang selama ini menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.

Melalui penguatan kapasitas aparatur dan sinkronisasi program pembangunan, Pemkab Gresik berharap pembangunan desa dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan mampu menjadi motor penggerak terwujudnya Gresik yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Penulis ; HDK / Redaksi