Sedekah Bumi Perdana di Sendang Putri, Kades Domas Ajak Warga Lestarikan Tradisi dan Perkuat Persatuan

GRESIK, Siliwangipost1, com  – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi di Dusun Domas, Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Untuk pertama kalinya, kegiatan tahunan tersebut dipusatkan di kawasan Sendang Putri, menjadi tonggak sejarah baru sekaligus simbol pelestarian budaya yang dipadukan dengan nilai religius dan semangat persatuan masyarakat.Minggu 02/08/2026.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dusun Domas, Nuryadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan, baik melalui tenaga, pikiran, maupun dukungan materi.

“Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi sejak awal hingga terselenggaranya Sedekah Bumi ini. Kebersamaan warga menjadi kunci suksesnya acara, termasuk hadirnya gunungan hasil swadaya masyarakat yang menambah semarak perayaan,” ujar Nuryadi.

Ia berharap tradisi Sedekah Bumi terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang memperkuat rasa syukur, kebersamaan, dan solidaritas antarwarga.

Kepala Desa Domas, Hj. Retnowati, mengatakan pelaksanaan Sedekah Bumi di Sendang Putri merupakan sejarah baru bagi Dusun Domas. Menurutnya, lokasi tersebut kini menjadi ruang publik yang nyaman untuk mempererat silaturahmi masyarakat.

“Ini adalah pertama kalinya Sedekah Bumi Dusun Domas dilaksanakan di Sendang Putri. Kegiatan ini bukan untuk hal-hal yang bersifat mistis, melainkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan, sekaligus doa bersama agar masyarakat senantiasa memperoleh keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala bencana,” tutur Hj. Retnowati.

‎Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi Sedekah Bumi sebagai warisan leluhur yang sarat nilai gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Sri Retnowati turut menyampaikan pesan menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Kepala Desa Domas setelah kurang lebih 19 tahun mengemban amanah.

“Dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Desa Domas apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan dan belum mampu memenuhi seluruh harapan warga. Terima kasih atas dukungan dan kebersamaan yang telah diberikan selama ini,” ungkapnya dengan haru.

Sementara itu, Camat Menganti Bagus Arief Jauhari S,STP , mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Bumi yang untuk pertama kalinya digelar di kawasan Sendang Putri. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya semangat pelestarian budaya sekaligus kekompakan masyarakat Desa Domas.

‎Bagus Ashari mengajak seluruh warga untuk terus menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, serta mempertahankan suasana guyub dan rukun yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Domas.

“Esensi Sedekah Bumi adalah menyedekahkan sebagian rezeki sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Tradisi ini harus terus dijaga karena mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan memperkuat persatuan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama bertugas sebagai Camat Menganti, Desa Domas dikenal sebagai wilayah yang kondusif. Hingga kini tidak ada pengaduan maupun persoalan menonjol yang masuk ke tingkat kecamatan terkait kondisi desa tersebut.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama sebagai wujud harapan agar Desa Domas senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kedamaian, kemakmuran, kesehatan, serta rezeki yang melimpah bagi seluruh masyarakatnya.

Tradisi Sedekah Bumi pun kembali menegaskan bahwa budaya lokal dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sekaligus menjadi perekat persatuan warga.

Penulis. ; HDK
‎Editor.   ;  Redaksi