Gresik , siliwangipost– Momentum Halal Bihalal 1447 H yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menjadi ajang strategis dalam memperkuat kolaborasi antara ulama dan umara di tengah dinamika global yang kian tidak menentu. Kegiatan berlangsung di Kantor MUI Kabupaten Gresik, Kamis (2/4/2026).
Mengusung tema “Merawat Ukhuwah, Meneguhkan Khidmah”, acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya.
Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, menegaskan pentingnya memperkuat hubungan spiritual sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan zaman. Kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna sebagai bentuk ikhtiar batin.
“Halal Bihalal ini kita awali dengan Asmaul Husna agar kita senantiasa dalam perlindungan Allah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan Allah dalam segala kondisi. Menurutnya, di tengah kompleksitas global, kekuatan doa dan kebersamaan menjadi kunci menjaga stabilitas sosial.
“Semoga Indonesia tetap aman, khususnya Gresik, terus rukun dan masyarakatnya sejahtera,” imbuhnya.
Kiai Rofiq turut mengapresiasi peran aktif MUI kecamatan yang dinilai berhasil menghidupkan syiar Ramadan melalui sinergi dengan Forkopimcam, meski tanpa dukungan anggaran
langsung dari MUI kabupaten.
Sementara itu, Bupati Gresik, H. Fandi Achmad Yani (Gus Yani), yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI, memberikan apresiasi atas kontribusi MUI dalam membina kehidupan keagamaan hingga tingkat akar rumput.
“Kami sangat mengapresiasi peran MUI dari kabupaten hingga kecamatan dalam menguatkan kegiatan keagamaan di masyarakat,” ujarnya.
Gus Yani juga menyoroti kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tantangan, sehingga diperlukan penguatan kebersamaan dan sinergi lintas elemen.
“Kondisi saat ini tidak mudah. Dengan kebersamaan, doa, dan sinergi antara pemerintah dan ulama, kita optimistis mampu melewati tantangan ini,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Anggota DPRD Jawa Timur H. Much. Abdul Qodir, Ketua Pengadilan Agama Gresik Dr. H. Ahmad Zaenal Fanani, serta Plt Kepala Kementerian Agama
Kabupaten Gresik Muhammad Ali Faiq.
Hadir pula jajaran Dewan Pertimbangan MUI dan para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Gresik, yang semakin memperkuat pesan kebersamaan dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial di tengah ketidakpastian global.
HDK/Redaksi






