GRESIK, siliwangipost1, com – Memasuki usia ke-54 tahun, PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota Holding Pupuk Indonesia, terus menunjukkan tren kinerja positif di tengah dinamika industri pupuk nasional maupun global.
Capaian tersebut menjadi pijakan perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54, “Growing the Future”.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan hal itu saat memimpin Upacara HUT Ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik, Jumat (10/7/2026).
Sepanjang 2025, Petrokimia Gresik membukukan produksi pupuk sebesar 4.683.477 ton, meningkat sekitar 105 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 4.474.914 ton. Tren positif tersebut berlanjut pada Semester I 2026 dengan realisasi produksi mencapai 2.716.141 ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.431.506 ton.
Menurut Daconi, pencapaian tersebut menunjukkan ketangguhan operasional perusahaan di tengah tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga energi dan bahan baku.
“Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan,” ujar Daconi.
Untuk memperkuat daya saing, Petrokimia Gresik menjalankan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos yang memungkinkan satu fasilitas memproduksi berbagai jenis pupuk sesuai kebutuhan pasar.
Perusahaan juga membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton, sehingga kapasitas penyimpanan akan meningkat menjadi 100.000 ton setelah proyek selesai.
Di sektor logistik, pembangunan Dermaga A menjadi salah satu proyek strategis. Dermaga tersebut dirancang mampu melayani kapal hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi dan menjaga tingkat okupansi dermaga tetap optimal.
Sementara itu, untuk menjamin pasokan energi jangka panjang, Petrokimia Gresik menjalin kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Kerja sama tersebut diproyeksikan menambah pasokan gas sekitar 30–35 MMSCFD dan mendukung operasional perusahaan hingga tahun 2035.
Tak hanya fokus pada ekspansi bisnis, Petrokimia Gresik juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan. Pada 2025, perusahaan ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU), yang menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025–2030.
Daconi menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan bukan sekadar untuk memperbesar kapasitas perusahaan, tetapi juga membangun industri pupuk yang lebih adaptif, efisien, tangguh, dan ramah lingkungan.
“Perjalanan 54 tahun menjadi modal berharga bagi kami untuk melangkah menuju masa depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional,” pungkasnya.
Penulis ; HDK
Editor. ; Redaksi






