Ketegangan yang Terjadi Antara Bupati Bandung Barat dan Partai Pengusung (PAN), Perlukah di Netralisir !?
BANDUNG BARAT, JABAR – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhir – akhir ini menjadi sorotan publik, diduga karena
Mengalami cukup guncangan di intern rumah tangga Kabupaten Bandung Barat dan salah satu Partai Pengusung (PAN) , atas suksesnya Pasangan Jeje Ritchie Ismail – Asep Ismail secara resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025) pukul 10.00 WIB, dan saat ini menjabat sebagai Bupati Bandung Barat Periode Tahun 2025 s/d 2030.
Problema ini kiranya perlu di luruskan, karena bisa saja terjadi mis understanding yaitu salah menilai Informasi Komunikasi yang menyebabkan di lapangan
Tidak sesuai dengan fakta yang ada,”ungkapnya R. Wempy Syamkarya Pengamat Kebijakan Publik dan Politik , menyampaikan pada awak media ini, Senin,(5/5/2025).
Menurut R. Wempy ” sebaiknya Ketua PAN sebagai Seorang pimpinan dapat lebih tenang dalam menghadapi masalah dengan Bupati Bandung Barat ini, karena rasanya kurang elok atas hal yang belum terbukti, akan tetapi sudah menjadi konsumsi publik dan viral di sejumlah media online, maupun masyarakat Bandung Barat pada umumnya,”ungkapnya kembali.
Sebagai Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, menurut pandangan nampak dari beberapa sisi kepentingan, dan apa yang di lakukan Bupati Bandung Barat sendiri, yaitu kurang adanya Komunikasi secara Politik dengan Ketua PAN, mungkin Kita maklumi dengan baru menjabat nya Jeje duduk sebagai Bupati Bandung Barat, tentunya segala sesuatunya sudah di atur secara protokoler, baik dalam bentuk kegiatan rutinitas yang cukup padat, maupun protokoler lainnya ,”jelasnya Wempy.
“Dari hasil pemikiran tersebut, lumrah dan dapat di mengerti, karena sebagai Bupati Bandung Barat yang baru saja menjabat , Jeje dengan Kesibukannya kurang memahami dan memperhatikan lebih lanjut,” ujarnya .
Sebenarnya cukup mudah jika Ketua PAN ingin lebih dekat sebagai salah satu Partai pengusung Bupati Bandung Barat , anggaplah satu level tingkatan , tinggal telpon pribadi saja, jika ada hal yang harus di sampaikan, mungkin itu lebih elegan dan lebih praktis ,”tambahnya.
Begitupun Jeje selaku Bupati Bandung Barat, seharusnya lebih memahami dan dapat menjalin lebih banyak komunikasi dengan para elit Partai pengusung, serta dapat menyempatkan waktu khusus di saat tertentu untuk dapat duduk bersama dengan Partai Pengusung nya,”jelasnya.
Menurut analisisnya, Kita melihat Bupati Bandung Barat Jeje belum memahami birokrasi seutuhnya, Beliau baru seumur jagung masuk ranah Birokrasi dan Politik, hal inilag yang harus di pahami, baik oleh Publik dan masyarakat Kabupaten Bandung Barat, ” ucapnya.
Bahkan Wempy menilai ” seharusnya Bupati Jeje di berikan pemahaman – pemahaman terlebih dahulu dari Partai yang mengusung, sebagai bentuk tanggung jawab Politik , karena telah dijadikan Bupati Bandung Barat, atas amanah Pemilihnya (Masyarakat).
Menurutnya pula, janganlah lagi terjadi masalah yang pernah terjadi di KBB , dan akhirnya seorang Bupati menjadi Korban Politik Kekuasaan, atas ketidak tahuan dalam mengurus Pemerintahan, hingga di manfaatkan oleh oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab,”pungkasnya.
“Saya berharap Bupati Bandung Barat yang saat ini menjabat dapat belajar dari kesalahan – kesalahan yang pernah terjadi di wilayah nya karena kepentingan, dan dijadikan sebagai catatan penting pengalaman tersebut, untuk dapat merubah paradigma tersebut untuk menjadi lebih baik lagi, apalagi Bupati Bandung Barat Jeje mewakili Partai Gerindra, sebagai Partai Pemenang Pemilu di Negara ini, jadi harus betul – betul dapat mewarnai Pemerintahan Bandung Barat dengan gebrakan program program nya, dan bersinergi dengan Program Pemerintah Pusat , serta menjalankan sesuai aturan dan petunjuk yang berlaku,” jelasnya.
Jika Kabupaten Bandung Barat, DPRD KBB,dan para Partai Pengusung dapat sepakat dan sejalan bersama -sama berkolaborasi, Kita yakin Kabupaten Pemerintah Bandung Barat akan dapat lebih maju seperti Kabupaten – Kabupaten lainnya,” pungkasnya.
” Semoga saja hal ini dapat menjadi bahan diskusi yang dapat segera diselesaikan, atas mis understanding antara Bupati Bandung Barat dengan Partai Pengusung PAN , dapat diselesaikan secara intern dan membuahkan hasil kesepakatan yang positif atas apa yang terjadi selama ini,”tutupnya.

Narasumber Pewarta: Pengamat Kebijakan Publik Dan Politik (R. Wempy Syamkarya).
Editor Red: Egha.






