GRESIK ,siliwangipost1.com – Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman melalui kegiatan Harmoni Budaya dalam Keberagaman Imlek dan Ramadan yang digelar Yayasan Setia Budhi, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang melibatkan siswa SD dan TK Setia Budhi tersebut menjadi simbol keharmonisan antarbudaya dan antarumat beragama, terlebih karena perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menilai kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi masyarakat Gresik yang dikenal sebagai daerah dengan keragaman budaya dan agama.
Menurutnya, akulturasi budaya yang tumbuh di Gresik merupakan kekayaan sosial yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Tahun ini perayaan Imlek bertepatan dengan bulan Ramadan. Namun di sini, umat muslim dan nonmuslim dapat menyatu dalam kebersamaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi contoh nyata keharmonisan antarumat beragama yang saling menghargai dan berbagi dalam suasana persaudaraan.
Wabup juga berpesan kepada para siswa agar menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun persahabatan dan masa depan yang lebih baik.
“Jadilah anak yang baik, hormati guru, sayangi orang tua, dan bertemanlah tanpa membeda-bedakan. Kalian adalah masa depan Gresik,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Setia Budhi, Isi Dwiati, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini menjadi refleksi atas kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, pihak sekolah berkomitmen menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai kepada para siswa sejak dini.
“Perayaan Imlek tahun ini menjadi refleksi atas keberagaman budaya yang sangat kaya, sekaligus komitmen kami untuk menanamkan nilai toleransi kepada para siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam penanggalan Tionghoa, tahun ini dikenal sebagai Tahun Kuda Api, yang melambangkan semangat, transformasi, serta ketangguhan untuk terus bergerak maju dalam harmoni.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan siswa, di antaranya lomba fashion show anak dan pentas seni yang menampilkan kreativitas para pelajar.
Selain itu, panitia juga menggelar bazar makanan di halaman sekolah yang menghadirkan beragam kuliner dari orang tua siswa dan pelaku usaha.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni dalam keberagaman dapat terus tumbuh dan mengakar kuat di kalangan generasi muda Gresik
SL/Redaksi






