GRESIK, siliwangipost1.com – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama tampak begitu kuat di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Rabu (18/03/2026) sore hingga malam. Ribuan warga memadati ruas jalan untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi.
Perayaan tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh pada 20–21 Maret 2026. Kedekatan dua hari besar tersebut menjadi simbol kuat harmoni di tengah keberagaman, di mana masyarakat saling menghormati, khususnya dalam menjaga suasana hening Nyepi di tengah persiapan Lebaran.
Sekitar 1.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang digelar serentak di empat pura utama, yakni Pura Jagad Dumadi di Desa Laban, Pura Jagad Giri Natha di Desa Beton, serta Pura Kerta Bumi dan Pura Kerta Buana di Desa Pengalangan. Sebanyak 25 ogoh-ogoh diarak keliling desa sebagai simbol menetralisir energi negatif sebelum memasuki masa penyepian.
Kapolres Gresik, Ramadhan Nasution, turun langsung memantau jalannya kegiatan bersama jajaran pejabat utama dan Kapolsek Menganti, Arif Rahman. Kehadiran aparat tidak hanya memastikan keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan kegiatan tersebut.
Dalam apel persiapan, Kapolsek Menganti menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan. Personel telah diplot di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kemacetan dan potensi gangguan keamanan.
“Kami menempatkan personel di titik-titik strategis untuk memastikan umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, sementara masyarakat umum tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman, serta menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pecalang dan panitia,” ujarnya.
Pawai dimulai pukul 18.40 WIB. Di Desa Laban, arak-arakan dari Pura Jagad Dumadi menampilkan 12 ogoh-ogoh yang memadati jalan raya sebelum kembali ke pura untuk prosesi pembakaran.
Kemeriahan serupa juga berlangsung di Desa Beton dan Desa Pengalangan, dengan pengamanan ketat dari personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Linmas, serta Pecalang.
Memasuki pukul 21.05 WIB, seluruh ogoh-ogoh dibakar sebagai simbol pemusnahan sifat buruk manusia. Prosesi sakral ini menandai kesiapan umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian pada keesokan harinya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di seluruh wilayah Kecamatan Menganti terpantau aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Kapolres Ramadhan Nasution mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, suasana penuh toleransi yang tercipta menjadi kunci utama terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Gresik.
SL/Redaksi






