Muslimat NU Gresik Rayakan Harlah ke-80, Perkuat Peran Perempuan dan Raih Apresiasi Bupati

Gresik , siliwangipost1,com – Momentum Halalbihalal sekaligus Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama berlangsung khidmat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kabupaten Gresik, Sabtu (11/4/2026) atau 22 Syawal 1447 H. Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban”, kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Lilik Hidayati yang pernah menjabat anggota DPRD Gresik dari PKNU dan PPP, mengungkapkan kebanggaannya terhadap kiprah Muslimat NU yang terus konsisten berkontribusi bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya pada Ahad (12/4/2026).

Pengurus Cabang Muslimat NU Gresik juga memberikan penghargaan kepada seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Gresik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan perjuangan dalam memajukan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua PC Muslimat NU Gresik, Aliyah Ghozali, menegaskan bahwa perjalanan organisasi selama delapan dekade penuh dengan tantangan. Namun, semangat pengabdian terus diwujudkan melalui berbagai program nyata yang menyentuh masyarakat.

“Pengabdian Muslimat NU dibuktikan dengan peningkatan kegiatan di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, ekonomi hingga pendidikan,” ujarnya.
Sejumlah program unggulan yang telah dijalankan antara lain pondok lansia, pembinaan narapidana perempuan di Lapas Kelas II Cerme, sosialisasi bahaya narkoba, penguatan UMKM, hingga program lingkungan seperti pekan shodaqoh sampah dan zero waste.

Di bidang pendidikan, Muslimat NU Gresik mencatat capaian signifikan dengan mengelola 439 lembaga pendidikan tingkat TK, RA, dan Kelompok Bermain. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang turut hadir menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif Muslimat NU dalam mendukung program pemerintah daerah.

“Pemerintah Kabupaten Gresik tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun daerah. Dibutuhkan sinergi dengan berbagai unsur, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi berbasis gender, di mana perempuan memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ke depan Muslimat NU diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi perempuan di Kabupaten Gresik.

Acara ini turut dihadiri Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi, jajaran pengurus Muslimat NU, OPD terkait, Kepala BNNK Gresik AKBP Suharsih, serta badan otonom NU seperti Fatayat dan Ansor, bersama seluruh pengurus PAC Muslimat NU se-Kabupaten Gresik.
Dengan semangat Harlah ke-80, Muslimat NU Gresik diharapkan semakin kokoh dalam menjaga tradisi, memperkuat kemandirian, dan terus berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa.

SL/Redaksi