Grand Final Duta Genre Gresik 2026: Wabup Tekankan Peran Strategis Generasi Muda untuk Masa Depan Daerah
0-0x0-0-0#
Gresik , siliwangipost1.com – Grand Final Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Gresik 2026 digelar meriah di Gedung GNI, Jalan Pahlawan No. 58, Tlogobendung, Bedilan, Kecamatan Gresik, Minggu (12/04/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Empowering Gresik Youth for a Brighter Future” sebagai wujud komitmen dalam membangun kualitas generasi muda.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., beserta jajaran pemerintah daerah dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan pentingnya pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada kualitas manusianya.
“Generasi muda adalah investasi strategis bagi Kabupaten Gresik. Masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh bagaimana kita membina remaja hari ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti pernikahan usia dini dan perilaku berisiko di kalangan remaja. Berdasarkan data, pada tahun 2023 terdapat sekitar 211 permohonan dispensasi pernikahan, yang kemudian menurun menjadi 193 kasus pada tahun 2024.
Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjutnya, telah mengambil langkah konkret melalui Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2025 tentang pencegahan dan penanganan perkawinan anak sebagai bentuk komitmen perlindungan generasi muda.
Selain itu, isu kesehatan juga menjadi perhatian. Angka stunting di Gresik pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,2 persen, turun dari 15,4 persen pada tahun sebelumnya. Meski demikian, upaya penurunan hingga mencapai target satu digit masih membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak.
Tak hanya itu, persoalan perlindungan anak juga menjadi sorotan. Tercatat sekitar 638 kasus yang ditangani, dengan 321 di antaranya melibatkan anak, meliputi kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, hingga kasus hukum lainnya.
“Permasalahan remaja tidak bisa dilihat secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua hingga masyarakat,” tegasnya.
Melalui program Genre, Pemkab Gresik terus mendorong pembentukan Pusat Informasi dan Konseling.
Remaja (PIK-R), edukasi kesehatan reproduksi, sekolah ramah anak, serta pengembangan minat dan bakat generasi muda.
Di akhir sambutannya, Wabup memberikan pesan kepada para finalis agar terus percaya diri dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang terpenting adalah proses, pengalaman, dan kontribusi nyata kalian untuk Gresik,” pesannya.
Dengan penuh optimisme, Grand Final Duta Genre Kabupaten Gresik Tahun 2026 secara resmi dibuka, sebagai langkah nyata mencetak generasi muda yang berencana, sehat, dan berdaya saing demi masa depan Gresik yang lebih baik.
SL/Redaksi






