Pemkab Gresik Cetak Tenaga Konstruksi Bersertifikat, Perkuat Daya Saing Pekerja Lokal hingga Pasar Internasional

GRESIK , siliwangipost1,com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program sertifikasi tenaga kerja konstruksi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menyiapkan pekerja lokal agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional, khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor konstruksi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembekalan dan Uji Kompetensi Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang digelar di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik, Rabu (29/7/2026). Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, didampingi Kepala Dinas Cipta Karya,

Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP), Ida Lailatussa’diyah.
Sebanyak 54 peserta mengikuti pembekalan dan uji kompetensi yang terbagi dalam tiga skema sertifikasi, yakni Juru Las Pemula sebanyak 28 peserta, Tukang Pasang Bata Plester sebanyak 24 peserta, serta Kepala Tukang Bangunan Gedung sebanyak dua peserta.

Dalam sambutannya, Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan mendesak di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Menurutnya, tenaga kerja yang memiliki sertifikat kompetensi akan lebih dipercaya oleh pengguna jasa sekaligus memiliki peluang kerja yang lebih luas.

“Dari sekitar 10 ribu tenaga kerja konstruksi di Kabupaten Gresik, baru 3.654 orang atau kurang dari 25 persen yang memiliki sertifikat kompetensi. Sementara dari 8.348 calon PMI sektor konstruksi yang terdata di Dinas Tenaga Kerja, baru 368 orang yang telah tersertifikasi. Ini menjadi tantangan bersama yang harus segera dijawab,” ujarnya.

Washil berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal karena sertifikat kompetensi bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bukti kemampuan profesional yang akan meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Ia juga menekankan bahwa tenaga kerja profesional harus memiliki tiga aspek utama, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude). Keterampilan harus terus diasah sesuai bidang pekerjaan, pengetahuan diperkuat melalui pemahaman standar operasional, sedangkan sikap tercermin dari kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika dalam bekerja.

Selain kompetensi teknis, Sekda juga mendorong calon pekerja migran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing sebagai bekal penting saat bekerja di luar negeri. Kemampuan komunikasi dinilai mampu meminimalkan risiko kesalahpahaman maupun persoalan hukum di negara tujuan.

Sementara itu, Kepala DCKPKP Kabupaten Gresik, Ida Lailatussa’diyah, menjelaskan bahwa program sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM jasa konstruksi sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Menurutnya, sertifikasi juga diharapkan menjadi modal bagi pekerja migran yang kembali ke tanah air agar mampu mengisi kebutuhan tenaga konstruksi di berbagai kawasan industri yang terus berkembang di Kabupaten Gresik.

“Kami ingin tenaga kerja asal Gresik menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai hanya menjadi penonton ketika peluang kerja terbuka lebar di kawasan industri. Dengan sertifikat kompetensi, para peserta memiliki bukti keahlian yang diakui sehingga lebih siap bersaing di dunia kerja,” tegas Ida.

Program yang didanai melalui APBD Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2026 tersebut juga merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah dalam pembinaan jasa konstruksi tingkat tenaga terampil.

Melalui pembekalan yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Tenaga Konstruksi Nasional (LSP-TKN) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Perkumpulan Tenaga Kerja Ahli dan Terampil Indonesia (LSP-PETAKINDO), para peserta diharapkan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai standar nasional sehingga semakin siap menghadapi kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang.

Program ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Gresik dalam mencetak tenaga kerja konstruksi yang profesional, kompeten, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperbesar peluang pekerja lokal untuk mengisi kebutuhan industri di dalam negeri maupun pasar kerja internasional.

Penulis : HDK

Editor.  ;  Redaksi