Wayang Kulit HUT ke-54 Petrokimia Gresik Sarat Pesan Moral: Kesetiaan, Dedikasi, Kerja Nyata dan Keikhlasan

GRESIK, SILIWANGIPOST1.COM – PT Petrokimia Gresik menggelar pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 perusahaan sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat malam (14/8/2026).

Pagelaran berlangsung meriah dan dihadiri jajaran direksi serta manajemen PT Petrokimia Gresik, pengurus organisasi karyawan, unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, petani, keluarga karyawan, hingga para pecinta seni dan budaya wayang kulit. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya penonton yang hadir secara langsung maupun mengikuti pertunjukan secara daring.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dr. Ir. Daconi Khotob, M.M ,menegaskan bahwa pagelaran wayang kulit bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya perusahaan dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Wayang kulit merupakan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Ini adalah warisan budaya yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Menurutnya, momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk rasa syukur dan apresiasi perusahaan kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dan perkembangan PT Petrokimia Gresik.

Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, petani, karyawan, pemerintah serta berbagai pihak yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder, masyarakat dan para petani Indonesia. Dukungan ini menjadi energi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja,” katanya.Ia menambahkan, peningkatan produksi dan penyaluran pupuk menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan sektor pertanian nasional. Karena itu, perusahaan berkomitmen menjaga kinerja sekaligus memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk dapat mendukung kebutuhan para petani.
Lakon Sumantri Ngenger, Sarat Makna Pengabdian
Pagelaran wayang kulit malam itu mengangkat kisah yang sarat dengan nilai kehidupan. Salah satunya adalah lakon “Sumantri Ngenger”, yang menggambarkan nilai kesetiaan, dedikasi, kerja nyata dan keikhlasan dalam menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.
Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki relevansi kuat dengan kehidupan organisasi maupun dunia kerja. Kesetiaan terhadap tanggung jawab, dedikasi, integritas dan pengabdian menjadi modal penting dalam membangun perusahaan yang kuat dan berkelanjutan.

“Semoga nilai-nilai dalam cerita wayang ini dapat terus kita teladani dalam membangun perusahaan yang kita cintai,” tutur Direktur Utama.
Selain Sumantri Ngenger, rangkaian pagelaran juga menghadirkan cerita Begawan Ciptaning Arjuna. Kisah tersebut menggambarkan perjalanan Arjuna dalam membangun kapasitas diri melalui keteguhan, fokus dan perjuangan.

Pesan tersebut diharapkan menjadi refleksi bagi seluruh insan Petrokimia Gresik agar terus meningkatkan kompetensi, menjaga fokus dalam bekerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, masyarakat dan bangsa, Budaya dan Industri Berjalan Berdampingan

Peringatan HUT ke-54 Petrokimia Gresik tidak hanya menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Pagelaran wayang kulit menjadi simbol bahwa kemajuan industri dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya bangsa.

Perusahaan tidak hanya dituntut mengejar produktivitas dan kinerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial serta budaya di tengah masyarakat.

Suasana semakin hangat dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama juga menyapa sejumlah anak berprestasi yang hadir serta memberikan apresiasi atas keberanian dan semangat mereka.

Perjalanan 54 tahun Petrokimia Gresik dinilai tidak dapat dipisahkan dari dukungan masyarakat Gresik serta kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.

Melalui semangat kesetiaan, dedikasi, kerja nyata dan keikhlasan, pagelaran wayang kulit tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan semata, tetapi mampu menjadi tuntunan bagi seluruh pihak untuk terus berkarya, mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta Indonesia.

Penulis ; HDK

Editor.  ;  Redaksi