Sedekah Bumi Dahanrejo Lor Meriah, Wayang Kulit “Syekh Subakir” Jadi Magnet Warga
GRESIK , siliwangipost1.com– Tradisi Sedekah Bumi dan tasyakuran warga Dusun Dahanrejo Lor, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik berlangsung meriah, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan yang digelar di Balai Dusun Dahanrejo Lor, Jalan KH Syafii RT 01/RW 09 itu dipadati warga yang antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Puguh Prasetyo.
Acara budaya dan doa bersama tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berkah, keselamatan, serta harapan agar Dusun Dahanrejo Lor semakin maju, aman, dan sejahtera.
Suasana semakin semarak dengan penampilan campursari Trajuwening Wening yang menghibur masyarakat hingga larut malam.
Kepala Desa Dahanrejo, H. Muchammad Hasan, mengatakan kegiatan Sedekah Bumi merupakan tradisi leluhur yang harus terus dijaga sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Sedekah bumi ini bukan hanya hiburan, tetapi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan rezeki yang diberikan kepada masyarakat Desa Dahanrejo. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan dan mampu memperkuat kerukunan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Kegiatan ini terlaksana berkat gotong royong warga. Semoga membawa keberkahan dan semakin mempererat persaudaraan antar warga Dusun Dahanrejo Lor,” katanya.
Dalang Ki Puguh Prasetyo dalam kesempatan itu membawakan lakon “Syekh Subakir”, yang sarat pesan spiritual, budaya, dan nilai kehidupan. Penampilannya sukses memukau penonton yang memadati lokasi acara.
“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Lakon Syekh Subakir mengandung pesan tentang perjuangan, kebijaksanaan, dan menjaga harmoni kehidupan,” tutur Ki Puguh Prasetyo.
Kegiatan Sedekah Bumi tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kebersamaan. Warga berharap tradisi tahunan itu terus menjadi agenda budaya yang mampu menjaga nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
SL/Redaksi






