INDRAMAYU, SiliwangiPost1.com – Insiden pembacokan yang terjadi di wilayah Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, mendapat perhatian serius aparat keamanan. Peristiwa tersebut bermula dari persoalan di jalan yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan dan memicu reaksi warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika seorang warga hendak membeli sparepart sepeda motor di wilayah Indramayu Kota. Di perjalanan, korban disebut bertemu dengan seorang pengendara sepeda motor yang diketahui merupakan pemilik warung Madura.
Pengendara tersebut diduga melakukan aktivitas menggeber-geber atau memainkan suara mesin sepeda motornya. Informasi yang beredar menyebutkan, aktivitas serupa sebelumnya juga beberapa kali dilakukan sehingga korban kemudian menegur yang bersangkutan.
Namun, teguran tersebut diduga justru berkembang menjadi perselisihan.
Korban yang kemudian melanjutkan perjalanan disebut sempat dihadang dan dipepet oleh pelaku menggunakan sepeda motor. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengayunkan senjata tajam ke arah korban.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan mengeluarkan banyak darah. Korban kemudian mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Peristiwa tersebut selanjutnya memicu reaksi warga sekitar. Warung yang dikaitkan dengan pelaku dilaporkan sempat menjadi sasaran lemparan batu oleh sejumlah warga.
Situasi tersebut kemudian mendapat penanganan aparat. Jajaran Polres Indramayu bersama unsur TNI diterjunkan untuk mengendalikan keadaan dan mencegah terjadinya keributan yang lebih luas.
Aparat melakukan pengamanan di lokasi hingga situasi kembali kondusif. Pengamanan juga dilakukan untuk mengantisipasi munculnya aksi lanjutan.
Kapolres Gelar Deklarasi Damai
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian luas setelah informasi dan sejumlah pemberitaan mengenai kejadian itu beredar di media sosial.
Untuk mencegah berkembangnya informasi yang dapat memicu provokasi serta menjaga kondusivitas wilayah, Kapolres Indramayu bersama masyarakat Desa Rambatan Wetan menggelar deklarasi damai.
Deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memastikan persoalan diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan aksi massa.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Pesan penting yang disampaikan dalam suasana tersebut adalah pentingnya menjaga toleransi antara masyarakat setempat dan para pendatang yang menjalankan aktivitas usaha di Kabupaten Indramayu.
Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” kembali ditekankan sebagai pesan agar setiap orang yang datang dan menjalankan usaha di suatu daerah dapat menghormati norma, adat, budaya, serta ketertiban masyarakat setempat.
Indramayu selama ini menjadi daerah dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Karena itu, hubungan harmonis antara warga lokal dan masyarakat pendatang menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta iklim usaha.
Aparat keamanan juga mengingatkan agar persoalan individual tidak berkembang menjadi konflik sosial yang membawa-bawa identitas kelompok maupun asal daerah.
Setiap persoalan hendaknya diselesaikan berdasarkan hukum dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Deklarasi damai tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghentikan potensi aksi balasan serta menjaga Desa Rambatan Wetan dan wilayah Kabupaten Indramayu tetap aman dan kondusif.






