GRESIK, siliwangipost1.com – Arus lalu lintas di kawasan Jalan Raya Cerme Lor, tepatnya di Perlintasan Kereta Api Cerme Lor, Kabupaten Gresik, mengalami gangguan setelah sebuah truk bermuatan pasir mengalami patah as roda pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Insiden tersebut terjadi sesaat setelah petugas membuka kembali akses jalan usai pelayanan perjalanan Kereta Api Airlangga (KAA) 62 Lokal Bojonegoro selesai dilakukan. Truk bernomor polisi W 8319 UZ yang melintas dengan muatan pasir tiba-tiba mengalami kerusakan pada bagian as kendaraan, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan menghambat arus kendaraan di lokasi.
Agus Herwani dari KAI Properti menjelaskan bahwa kejadian bermula setelah perlintasan kembali dibuka untuk kendaraan usai pelayanan perjalanan kereta selesai.
“Setelah pelayanan KAA 62 Lokal Bojonegoro selesai, perlintasan kami buka kembali. Namun truk dengan nomor polisi W 8319 UZ yang membawa muatan pasir tiba-tiba mengalami patah as sehingga menghambat arus lalu lintas di sekitar perlintasan,” ujarnya.
Sementara itu, Unit Laka Lantas Polres Gresik langsung melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurangi kepadatan kendaraan yang terjadi akibat insiden tersebut.
Ipda Reno dari Unit Laka Lantas mengatakan bahwa sistem buka-tutup diterapkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dari dua arah selama proses evakuasi dan pembenahan berlangsung.
“Sementara ini arus lalu lintas kami berlakukan buka-tutup dua arah karena kondisi jalan yang harus digunakan secara bergantian. Petugas juga terus melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas sambil menunggu proses pembenahan kendaraan selesai. Semoga penanganan berjalan lancar dan arus kembali normal secepatnya,” jelasnya.
Petugas gabungan bersama pihak terkait terus berupaya mempercepat proses evakuasi truk agar aktivitas masyarakat dan pengguna jalan di jalur strategis tersebut dapat kembali berjalan normal. Hingga proses penanganan berlangsung, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, dan mencari jalur alternatif apabila memungkinkan guna menghindari antrean kendaraan.
HDK/Redaksi






