BANDUNG, SILIWANGIPOST1.COM – Eksibisi cabang olahraga Savate dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 menjadi langkah penting bagi perkembangan olahraga bela diri asal Prancis tersebut. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di GOR Bandung, Jalan Jakarta No. 18, Kota Bandung, diikuti 103 atlet dari 14 Pengurus Cabang (Pengcab) se-Jawa Barat.
Sebanyak 103 atlet tersebut terdiri atas 72 atlet putra dan 31 atlet putri. Ke-14 daerah peserta meliputi Kota Bandung, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Cianjur, Subang, Karawang, Sukabumi, Bekasi, Indramayu, Ciamis, dan Purwakarta.

Pertandingan mempertandingkan dua kategori, yakni Assaut dan Combat, dengan sejumlah kelas berat putra dan putri. Penyelenggaraan juga melibatkan 24 wasit, satu technical delegate, tiga juri, 14 manajer tim, serta 35 personel panitia.

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Savate Indonesia, Ir. Eko Puji Rahardjo, menilai eksibisi ini sebagai momentum bersejarah sekaligus bagian dari proses untuk membawa Savate menjadi cabang olahraga resmi Porprov Jawa Barat.

Menurutnya, keikutsertaan dalam eksibisi menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui cabang olahraga baru sebelum memperoleh status resmi. Federasi menargetkan Savate dapat memenuhi persyaratan menuju kualifikasi sekitar 2028 dan tampil sebagai cabang olahraga resmi pada Porprov Jawa Barat 2030.
Eko juga menyampaikan bahwa Savate telah menjadi cabang olahraga resmi Porprov di sejumlah daerah, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Jawa Timur. Perkembangan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi Jawa Barat untuk memperkuat pembinaan dan memperluas keikutsertaan atlet.
Sementara itu, Ketua Pengprov Federasi Savate Indonesia Jawa Barat, Yuyu Wahyudiana, S.IP., menyebut mayoritas atlet yang tampil masih berusia 16–17 tahun. Mereka merupakan generasi pionir yang diharapkan menjadi fondasi perkembangan Savate di Jawa Barat.
Yuyu menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, keselamatan, dan rasa saling menghormati selama pertandingan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Jawa Barat, KONI Kota Bandung, serta Dispora Kota Bandung atas dukungan terhadap penyelenggaraan eksibisi tersebut.
Ketua panitia, Adv. Deny M. Ramdani, S.H., M.H., menjelaskan bahwa keikutsertaan 14 Pengcab dengan total 103 atlet menunjukkan antusiasme daerah terhadap perkembangan Savate. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkenalkan Savate lebih luas sekaligus mendorong pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Eksibisi secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung, H. Hendy Maulana Yusuf, ST., MAP., yang hadir mewakili Wali Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung mengapresiasi federasi, KONI, dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut Hendy, olahraga bela diri tidak hanya membangun kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan keberanian, pengendalian diri, rasa hormat, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh melalui pembinaan Savate di kalangan generasi muda.
Dalam eksibisi ini diperebutkan 23 medali emas, 23 perak, dan 38 perunggu. Namun, perolehan medali tersebut tidak masuk dalam klasemen resmi perolehan medali Porprov karena Savate masih berstatus cabang olahraga eksibisi.
Sebagai olahraga bela diri yang berasal dari Prancis, Savate memiliki sejarah panjang dan pernah tampil sebagai olahraga demonstrasi pada Olimpiade Paris 1924.
Ke depan, Federasi Savate Indonesia juga menyiapkan sejumlah agenda, antara lain Kejuaraan Nasional pada Desember 2026 di Jawa Barat, PON Beladiri di Kudus, serta agenda kejuaraan tingkat Asia yang direncanakan berlangsung di Indonesia.
Melalui eksibisi Porprov XV 2026 ini, Savate Jawa Barat diharapkan semakin memperkuat organisasi, pembinaan atlet, dan kompetisi daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pengakuan sebagai cabang olahraga resmi Porprov Jawa Barat 2030.***






