BANDUNG — Nama Drs. H. Momon Ahmad Imron Sutisna, M.M. bukanlah sosok baru dalam perjalanan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Kota Bandung.
Sebelum dipercaya sebagai Ketua BAZNAS Kota Bandung periode 2026–2031, Momon telah melewati perjalanan panjang sebagai aparatur Pemerintah Kota Bandung. Pengalaman tersebut membentuk rekam jejaknya sebagai birokrat yang cukup lama bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dari lingkungan kecamatan hingga menduduki posisi strategis di Sekretariat Daerah Kota Bandung, perjalanan karier Momon memperlihatkan proses panjang sebelum akhirnya memasuki babak baru sebagai pimpinan BAZNAS.
Meniti karier dari bawah
Karier Momon berkembang melalui lingkungan pemerintahan kewilayahan.
Ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris Kecamatan Bojongloa Kidul, kemudian menjalankan tugas sebagai Sekretaris Kecamatan Bojongloa Kaler.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena pemerintahan kecamatan merupakan salah satu lini yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dari sana, kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Camat Babakan Ciparay.
Empat tahun lebih memimpin Babakan Ciparay
Saat menjadi Camat Babakan Ciparay, Momon menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan kewilayahan yang berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat.
Ia harus membangun koordinasi dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan publik di wilayah kecamatan berjalan.
Momon tercatat menjalankan tugas sebagai Camat Babakan Ciparay sekitar 4 tahun 4 bulan sebelum kemudian mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan baru di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bandung.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu fase penting dalam membangun pengalaman kepemimpinannya.
Dipercaya menangani kesejahteraan rakyat
Setelah dari kewilayahan, Momon dipercaya menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bandung.
Jabatan ini membawa dirinya lebih dekat dengan berbagai persoalan sosial dan kehidupan masyarakat.
Bidang kesejahteraan rakyat memiliki ruang kerja yang luas, termasuk berbagai kegiatan sosial, kemasyarakatan dan keagamaan.
Dalam berbagai kesempatan, Momon tampil sebagai pejabat Pemkot Bandung yang menyampaikan informasi mengenai kegiatan sosial-keagamaan di Kota Bandung.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat rekam jejaknya dalam bidang pelayanan masyarakat.
Sosok yang juga aktif dalam kegiatan sosial
Kiprah Momon tidak berhenti pada rutinitas birokrasi.
Pada 2024, ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Lomba Posyandu Tingkat Kota Bandung yang melibatkan 30 kecamatan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh keterlibatannya dalam agenda pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Pengalaman di pemerintahan kewilayahan, pelayanan sosial dan kesejahteraan masyarakat kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang yang mengantarkannya ke posisi saat ini.
Memasuki babak baru di BAZNAS
Pada 25 Juni 2026, Momon resmi dilantik sebagai Ketua BAZNAS Kota Bandung periode 2026–2031.
Kepercayaan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya.
Jika sebelumnya Momon dikenal sebagai birokrat Pemerintah Kota Bandung, kini ia hadir sebagai figur yang dipercaya memimpin lembaga sosial-keagamaan yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat.
Penunjukan tersebut sekaligus menempatkan pengalaman panjangnya dalam pemerintahan dan pelayanan masyarakat pada ruang pengabdian yang berbeda.
Pengalaman menjadi modal kepemimpinan
Perjalanan Momon menarik karena kariernya tidak dibangun melalui satu bidang saja.
Ia pernah berada di lingkungan kecamatan, memimpin wilayah sebagai camat, kemudian menangani urusan kesejahteraan rakyat di tingkat sekretariat daerah.
Rangkaian pengalaman tersebut mempertemukannya dengan masyarakat dari berbagai lapisan.
Dari perspektif kepemimpinan, pengalaman panjang tersebut menjadi modal untuk memahami karakter masyarakat Kota Bandung dan berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Catatan prestasi dan kiprah
Sejumlah kiprah yang tercatat dalam perjalanan Momon antara lain pengalaman memimpin Kecamatan Babakan Ciparay, menjalankan tugas sebagai Kabag Kesra Setda Kota Bandung, serta keterlibatannya dalam kegiatan pelayanan sosial masyarakat.
Pada awal masa kepemimpinannya di BAZNAS, ia juga tampil dalam sejumlah kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk gerakan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Bantuan masyarakat Kota Bandung yang dihimpun melalui BAZNAS dan kemudian diserahkan melalui BAZNAS RI mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu catatan awal kiprah Momon setelah dipercaya memimpin BAZNAS Kota Bandung.
Dari birokrat menjadi figur pengabdian sosial
Perjalanan H. Momon A. Imron menunjukkan satu garis besar: pengabdian kepada masyarakat.
Dari kecamatan, ia belajar berhadapan langsung dengan masyarakat.
Sebagai camat, ia mendapatkan pengalaman memimpin wilayah.
Sebagai Kabag Kesra, ia bersentuhan dengan persoalan sosial dan kemasyarakatan dalam skala kota.
Dan kini, sebagai Ketua BAZNAS Kota Bandung, ia memasuki babak baru pengabdian.
Bagi seorang birokrat yang telah puluhan tahun berada dalam lingkungan pemerintahan, jabatan Ketua BAZNAS bukan sekadar perubahan posisi.
Ini merupakan fase baru untuk membawa pengalaman, jaringan sosial dan kemampuan kepemimpinannya ke dalam ruang pengabdian yang lebih luas.
Rekam jejak yang terus berjalan
Masa kepemimpinan Momon sebagai Ketua BAZNAS Kota Bandung baru dimulai.
Karena itu, catatan tentang dirinya tidak berhenti pada jabatan yang pernah diemban.
Rekam jejak tersebut akan terus terbentuk melalui kiprah dan pengabdiannya kepada masyarakat Kota Bandung selama periode kepemimpinannya.
Dari birokrat, camat, pejabat kesejahteraan rakyat hingga Ketua BAZNAS—H. Momon A. Imron kini memasuki babak baru perjalanan pengabdiannya untuk masyarakat Kota Bandung.***
@Yusman






