BANDUNG | SILIWANGIPOST1.COM — Nama Yaqutina Kusumawardani, S.H., M.H., CIL., yang akrab disapa Bunda Yaya, menjadi salah satu figur perempuan yang aktif dalam perjalanan organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI) di tingkat nasional.
Bunda Yaya dipercaya menduduki posisi Bendahara Umum DPP KAI. Kepercayaan tersebut menempatkannya dalam jajaran pengurus pusat yang memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan organisasi advokat.
Selain menjalankan tugas di jajaran DPP KAI, Bunda Yaya juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan profesi hukum. Kiprahnya mencakup kegiatan pendidikan advokat, penguatan kelembagaan, serta agenda yang mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme anggota KAI.
Perhatian terhadap advokat perempuan juga menjadi bagian penting dari perjalanan organisasinya. Bunda Yaya tercatat sebagai Ketua AdvoKAI Perempuan Pusat dan terlibat dalam pembentukan serta pengembangan AdvoKAI Perempuan di daerah, termasuk Jawa Barat.
Di bidang peningkatan kompetensi, Bunda Yaya tercatat terlibat dalam kegiatan Bimbingan Teknis Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu/Pilkada di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Mahkamah Konstitusi. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang peningkatan pemahaman advokat terhadap hukum acara dan persoalan konstitusional.
Kiprahnya berlanjut dalam berbagai kegiatan pendidikan profesi, termasuk PKPA dan UKDPA KAI. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia di lingkungan profesi advokat.
Pada 2026, Bunda Yaya juga tercatat dalam agenda KAI yang berkaitan dengan Gerakan Seribu Paralegal di Nusa Tenggara Barat. Program tersebut diarahkan pada penguatan kapasitas paralegal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan layanan hukum.
Di Jawa Barat, ia juga hadir dalam sejumlah agenda penguatan struktur organisasi KAI, termasuk kegiatan pelantikan jajaran DPC KAI di sejumlah wilayah.
Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kiprah Bunda Yaya tidak hanya berada pada ranah struktural sebagai Bendahara Umum DPP KAI, tetapi juga menyentuh pengembangan organisasi, pemberdayaan advokat perempuan, pendidikan profesi dan perluasan akses hukum masyarakat.
Bunda Yaya menjadi salah satu representasi perempuan yang aktif mengambil peran dalam organisasi advokat dan terus berkontribusi dalam penguatan profesi hukum di tingkat nasional.






