Pemkot Bandung Salurkan Bantuan Pangan Pangersa di 16 Kelurahan, Dukung Pemenuhan Gizi Keluarga

BANDUNG, SILIWANGIPOST1.COM — Pemerintah Kota Bandung kembali menyalurkan bantuan pangan melalui program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa). Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat di wilayah yang menghadapi kerawanan pangan maupun memiliki risiko stunting.

Pada 2026, program tersebut menjangkau 16 kelurahan di Kota Bandung. Rinciannya, delapan kelurahan masuk kategori rentan pangan, sedangkan delapan kelurahan lainnya menjadi wilayah dengan risiko stunting.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan bahwa Pangersa dirancang untuk membantu keluarga yang mengalami keterbatasan dalam memperoleh bahan pangan segar, sehat, dan bergizi.

IKLAN SPONSOR
Banner sponsor SiliwangiPost1.com

Media promosi dan kerja sama periklanan bersama SiliwangiPost1.com.

Penyaluran bantuan diharapkan tidak hanya meringankan beban belanja rumah tangga, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi.

“Paket bantuan yang disalurkan meliputi beras, ikan segar, daging ayam segar, dan telur. Kami berharap bahan pangan tersebut dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus memberikan edukasi mengenai pola konsumsi sehat,” ujar Gin Gin saat penyaluran bantuan di Kelurahan Cigondewah Kaler, Rabu (14/10/2026).

Bantuan Pangan Menyasar Keluarga Rentan

Pada tahun ini, penyaluran bantuan Pangersa dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada awal Oktober 2026, sementara penyaluran tahap kedua menjadi rangkaian terakhir program untuk tahun berjalan.

Program Pangersa telah dimulai sejak 2023 dan terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Di Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, bantuan diberikan kepada 167 kepala keluarga (KK). Sementara di Kelurahan Cibuntu, jumlah penerima mencapai sekitar 129 KK.

Setiap keluarga penerima memperoleh paket bahan pangan yang terdiri atas:

  • Beras sebanyak 5 kilogram.
  • Daging ayam segar setara 1 kilogram.
  • Telur ayam setara 1 kilogram.
  • Ikan lele segar sebanyak 1 kilogram.

Paket tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan makanan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Penerima Diprioritaskan yang Belum Mendapat Bansos Lain

Gin Gin mengungkapkan, penerima bantuan Pangersa diprioritaskan bagi masyarakat yang belum memperoleh bantuan sosial lainnya.

Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi kendala dalam memperluas cakupan program. Jumlah warga yang memenuhi kriteria penerima dinilai masih lebih banyak dibandingkan dengan kuota yang tersedia.

Karena itu, DKPP Kota Bandung berharap alokasi anggaran pada tahun mendatang dapat ditingkatkan agar lebih banyak keluarga yang membutuhkan bisa memperoleh manfaat program tersebut.

Pemerintah juga berharap frekuensi penyaluran dan jumlah bahan pangan yang diberikan dapat ditambah sesuai kemampuan anggaran daerah.

Gin Gin berharap bantuan Pangersa dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami masalah gizi dan stunting.

Warga Akui Bantuan Meringankan Kebutuhan Rumah Tangga

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh warga penerima. Dede Yani (40), warga Kelurahan Cigondewah Kaler, menyampaikan rasa syukurnya karena bantuan pangan yang diterima dapat mengurangi beban kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Ia berharap program Pangersa tetap berlanjut sehingga masyarakat yang membutuhkan masih bisa mendapatkan bantuan serupa pada masa mendatang.

Menurut Dede, bahan pangan berupa beras, ikan, telur, dan daging ayam sangat membantu memenuhi kebutuhan makanan keluarga. Jika diatur penggunaannya, paket tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lauk-pauk selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu.

Apresiasi serupa disampaikan A Sunarya (50), warga Kelurahan Cibuntu. Ia mengaku senang menerima bantuan tersebut karena dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah pengeluaran sehari-hari.

Sunarya berharap pemerintah dapat mempertahankan program Pangersa dan meningkatkan frekuensi penyalurannya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Program bantuan pangan ini menjadi salah satu langkah Pemkot Bandung dalam menghadapi persoalan kerawanan pangan dan risiko stunting. Ke depan, keberlanjutan program serta perluasan jangkauan penerima diharapkan dapat semakin memperkuat akses masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, dan bergizi.

Tinggalkan Balasan